Sampah Si Perusak Laut Indahku
Sampah? Mungkin kata sampah sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Banyak orang yang mengatakan, "Buanglah sampah pada tempat sampah". Namun, itu hanyalah sebuah wacana yang hanya dibaca dan diabaikan, tanpa dilaksanakan. Lalu, pengertian sampah sendiri itu apa? Sampah merupakan material sisa yang diperoleh dari setiap kegiatan manusia yang sudah tidak terpakai atau dibutuhkan kembali. Artinya, sampah akan terus bertambah seiring dengan manusia melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-harinya. Saat ini, memanglah sampah menjadi masalah utama yang sedang dihadapi oleh berbagai negara di dunia, terutama negara Indonesia. Bagaimana tidak? Semakin banyaknya sampah disuatu negara, maka akan semakin dekat pula negara tersebut pada bencana.
Di Indonesia, sampah tidak hanya dijumpai di wilayah darat saja, tetapi sampah juga sudah menyebar luas ke wilayah lautan. Di mana lautan adalah sumber kehidupan masyarakat Indonesia. Di samping itu, lautan juga menjadi salah satu keunggulan negara Indonesia yang menjadi asal muasal Indonesia disebut sebagai negara maritim. Rata-rata, sampah yang mendominasi tercemar nya wilayah lautan adalah sampah plastik. Sampah plastik ini berasal dari kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah di sungai. Akibatnya, sungai yang mengalir akan membawa berjuta-juta ton sampah yang kemudian akan bermuara di laut.
Menurut KIARA (Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan) mencatat, setiap tahunnya sekitar 1,29 juta ton sampah dibuang ke sungai dan bermuara di laut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.000 plastik yang mengapung disetiap kilometer persegi tiap tahunnya. Sungguh angka yang fantastis. Hal ini membuat negara Indonesia menduduki peringkat kedua, penyumbang sampah terbesar di dunia, setelah China. Permasalahan sampah plastik di negara ini, merupakan salah satu ancaman terbesar rusaknya ekosistem laut di perairan Indonesia. Sampah-sampah yang terapung di laut akan selamanya menghiasi laut Indonesia, selama pemerintah dan masyarakat tidak bergerak untuk membersihkannya. Selain itu, penyebab lain sulitnya sampah plastik untuk hancur, yaitu karena sampah plastik ini sulit diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga sampah-sampah plastik membutuhkan waktu setidaknya 100 hingga 500 tahun untuk dapat terurai.
Dampak buruk sampah plastik bagi ekosistem laut, yaitu 86% permukaan karang akan rusak jika tertimbun sampah plastik. Selain itu, satwa-satwa yang hidup di laut tidak bisa membedakan antara sampah dengan makanannya. Maka, resikonya mereka akan terperangkap, tercekik, dan sampah tersebut juga dapat memblokir sistem pencernaan saat mereka memakannya. Sehingga dapat terjadi kematian. Contohnya, kejadian matinya paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Dari hasil identifikasi yang dilakukan dosen AKKP Wakatobi, ditemukan berbagai jenis sampah di dalam organ paus ini seberat 5,9 kilogram. Selain itu, kejadian matinya penyu juga karena sampah. Penyu tersebut mati karena memakan sampah plastik yang dikiranya mirip dengan makanannya, ubur-ubur.
Selain rusaknya ekosistem laut, sampah juga dapat mencemari tanah, udara, dan bahkan air tanah di sekitar daerah pesisir. Pencemaran tanah akibat sampah plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah, seperti cacing dan hewan mikroba lainnya. Sampah plastik juga dapat mengganggu keindahan dan keasrian alam negeri ini. Baunya yang sangat menyengat membuat ketidaknyamanan masyarakat sekitar untuk beraktivitas. Tidak hanya mencemari laut dan tanah, sampah juga dapat mencemari air tanah. Di mana selama proses pembusukan sampah akan menghasilkan air lindi (air sampah) yang dapat menyerap dalam tanah. Apabila air lindi ini tidak diolah dapat mencemari kualitas air tanah. Di mana senyawa organik di dalam air lindi memiliki konsentrasi yang sangat tinggi, hal ini berdampak pada turunnya kadar oksigen terlarut dalam air.
Pada tahun 2017, jumlah sampah di Indonesia mencapai 187 juta ton/tahun, yang didominasi sampah plastik. Angka ini tentu akan terus bertambah jika masyarakat Indonesia gila akan penggunaan plastik dalam setiap kegiatannya. Alasan utama masyarakat menggunakan kantong plastik ini adalah karena praktis. Padahal, kantong plastik ini menjadi salah satu sampah yang paling berbahaya bagi lingkungan.
Hingga saat ini, pemerintah belum menemukan cara yang efisien untuk menanggulangi masalah sampah, terutama di daerah perairan Indonesia. Namun, ada beberapa alternatif yang sudah dilakukan pemerintah untuk mencegah bertambahnya sampah tiap tahunnya. Contohnya saja pada tahun 2016, pemerintah mengeluarkan kebijakan di mana konsumen yang ingin menggunakan kantong plastik dikenai denda sebesar dua ratus rupiah. Selain itu, pemerintah juga sudah menggalakkan program, "Indonesia bebas plastik" dengan tujuan untuk dapat mengurangi sampah sebesar 70% di tahun 2020. Dalam melancarkan program ini, pemerintah bekerjasama dengan pengusaha, masyarakat, dan berbagai instansi pemerintah.
Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, membuat kita semakin sulit untuk terlepas dari pencemaran. Berbagai peristiwa mengerikan datang untuk memberikan peringatan. Namun, masyarakat acuh tak acuh akan bencana yang akan menghampiri. Seharusnya, kita sebagai warga yang terpelajar bisa memberikan contoh kepada masyarakat lain untuk lebih peduli dengan lingkungannya. Perilaku ini dapat kita mulai dari hal terkecil. Pertama, kita harus membangun kesadaran yang sangat tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan. Sebab, dari banyaknya peristiwa yang pernah terjadi, tidak ada satu pun orang yang peduli akan kondisi lingkungan kedepannya. Kedua, metode 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) . Metode ini tentu akan berhasil jika kita mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kita bisa mengganti kantong plastik dengan keranjang atau tas belanjaan yang ramah lingkungan. Selain itu, kita dianjurkan untuk menggunakan benda-benda yang dapat digunakan kembali. Misalnya, kita menggunakan tupperware setiap ingin membeli makanan atau minuman. Selain higienis, juga dapat membantu pemerintah dalam program, "Indonesia bebas plastik". Kemudian, beberapa sampah anorganik juga dapat kita manfaatkan untuk mencari pendapatan. Misalnya, membuat berbagai jenis kerajinan yang bernilai ekonomis dari benda-benda yang sudah tidak terpakai. Hal ketiga yang perlu kita lakukan, yaitu mendukung dan melaksanakan setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mencegah pencemaran lingkungan. Ayo! Putra putri bangsa Indonesia, ulurkan tangan, kurangi beban, untuk masa depan.
Nama : Mahla Zayani
Kelas : X.4
Asal Sekolah : SMA N 1 Bumiayu
Jg
Sumber: 1.https://www.mongabay.co.id/2018/07/26/ancaman-sampah-plastik-untuk-ekosistem-laut-harus-segera-dihentikan-bagaimana-caranya/ Diakses pada 5 Oktober 2019
2.https://m.detik.com/news/berita/d-4315147/data-mengerikan-soal-sampah-plastik-di-lautan Diakses pada 5 Oktober 2019
3.https://nationalgeographic.grid.id/read/131244353/perilaku-manusia-dan-dampak-sampah-plastik-yang-menewaskan-hewan-laut Diakses pada 5 Oktober 2019



Teks sudah bagus🖒🖒 tingkatkan lagi
BalasHapusSiapp, makasih yah☺🙏
HapusTerimakasih 🙏
BalasHapusSudah bagus����,dan tingkatkan nilai estetikanya.
BalasHapusTerimakasih Kka😁
BalasHapusSudah bagus, tingkatkan lagi Mahla:)
BalasHapusMakasih Bima��☺
BalasHapusSudah bagus mahla, tingkatkan lagii. Jangan lupa agar lebih teliti
BalasHapusBerlemah lembut kurang pas
BalasHapusHhehe.. Sudah saya perbaiki, mas. Makasih atas sarannya☺🙏
HapusSudah bagus mahlaaa
BalasHapusSudah bagus,penjelasan mudah dipahami semangatt^^
BalasHapusSudah bagus Mahla, tampilannya juga menarik. Tingkatkan lagi yaaa. Semangat!
BalasHapusSudah bagus Mahla, tampilannya juga menarik. Tingkatkan lagi yaaa. Semangat!
BalasHapusSudah bagus,tingkatkan lagi mahla
BalasHapusSudah bagus, semangat terus mahal:)
BalasHapusSudah bagus, tingkatkan lagi:)
BalasHapusSudah bagus..tingkatkan lagi mahla:)
BalasHapusSudah bagus Mahla, tetapi perlu diingat juga terkait cara penulisannya yaa. Tanda baca, penggabungannya, dll.. Semangat Mahla .
BalasHapusHehhe.. Nggih Kka, makasih Kka ☺🙏
HapusJangan lupa itu sumbernya dari mana ??? Disebutkan data dari mana
HapusBagus,btw sedang apa mba🙂
BalasHapusSudah bagus mahla, udah makan mba☺
BalasHapusBagus Mahla Tingkat Kan lagi belajarnya :)
BalasHapusSudah bagus. Mohon lebih teliti lagi ya. Penulisan huruf dan tanda baca masih ada yang salah. Semangat!
BalasHapusSudah bagus.tapi tingkatkan lagi cara penulisan kata-kata dan tanda bacanya yah :)
BalasHapusSip
BalasHapusIsinya bagus, tampilannya juga menarik. Tingkatkan lagi, semangat!
BalasHapusSudah baguss
BalasHapusBagus, manarik, kata-kata nya mudah dipahami. Asah terus kemampuanmu! :))
BalasHapus